Menu
Pengumuman 26 May 2026 Admin

Checklist Upload Laravel ke Cloud Hosting Hostinger

Checklist Upload Laravel ke Cloud Hosting Hostinger

Checklist teknis untuk deployment Laravel di hosting PHP/MySQL agar website lebih siap tayang.

Checklist teknis untuk deployment Laravel di hosting PHP/MySQL agar website lebih siap tayang.

Mengunggah aplikasi Laravel ke Shared atau Cloud Hosting (seperti Hostinger, Niagahoster, atau penyedia lokal lainnya) memiliki tantangan tersendiri dibandingkan menggunakan VPS atau Docker. Hosting konvensional biasanya ditujukan untuk WordPress atau PHP murni, sehingga mereka tidak memiliki akses ke proses daemon permanen, Node.js (untuk build frontend), atau Redis secara bawaan.

Namun, bukan berarti Anda tidak bisa menjalankan aplikasi Laravel yang modern di sana. Xeniel CMS sengaja dirancang agar sangat friendly dengan shared hosting.

Ilustrasi Server Hosting

Berikut adalah panduan mendalam dan checklist krusial yang perlu Anda patuhi agar deployment berjalan mulus, aman, dan tanpa kendala error 500.

1. Persiapan Build Asset di Komputer Lokal

Kesalahan paling umum dari pemula adalah mengunggah folder Laravel mentah, lalu menyadari bahwa mereka tidak bisa menjalankan npm install dan npm run build di cPanel.

Hosting murah jarang memberikan akses ke ekosistem Node.js. Oleh karena itu:

  • Pastikan Anda selesai melakukan styling dan modifikasi frontend di komputer lokal Anda.
  • Jalankan perintah npm run build.
  • Laravel Vite akan menghasilkan folder public/build/ yang berisi file CSS dan JS yang sudah di-kompres (minified).
  • Folder inilah yang harus ikut diunggah. Pastikan file .gitignore Anda tidak memblokirnya saat commit (jika menggunakan Git untuk transfer), atau pastikan folder ini masuk ke dalam file .zip Anda.

2. Struktur Folder yang Aman (PENTING!)

Jangan pernah menaruh seluruh folder Laravel (termasuk .env, storage/, dan vendor/) di dalam direktori publik seperti public_html atau htdocs. Ini adalah celah keamanan tingkat tinggi. Jika ada kesalahan konfigurasi web server, file .env Anda bisa diunduh oleh siapa saja.

Keamanan Server

Praktik terbaiknya adalah:

  1. Buat folder baru satu tingkat di atas public_html (misal: /home/user/laravel_app).
  2. Ekstrak atau upload semua file proyek Laravel Anda ke dalam folder laravel_app tersebut, KECUALI isi dari folder public.
  3. Pindahkan seluruh isi dari folder public milik Laravel ke dalam direktori public_html di hosting Anda.
  4. Buka file index.php yang sekarang berada di public_html.
  5. Ubah jalur (path) ke vendor/autoload.php dan bootstrap/app.php agar menunjuk ke folder laravel_app. Contoh: require __DIR__.'/../laravel_app/vendor/autoload.php';

3. Penyesuaian Konfigurasi .env

Sesuaikan environment variables Anda untuk lingkungan shared hosting:

  • APP_ENV=production dan APP_DEBUG=false (Wajib, agar error teknis tidak bocor ke pengunjung).
  • CACHE_STORE=file atau database. Jangan gunakan redis atau memcached kecuali Anda yakin paket hosting Anda menyediakannya.
  • QUEUE_CONNECTION=sync (Ini sangat penting! Karena Anda mungkin tidak bisa menjalankan perintah php artisan queue:work secara permanen, gunakan sync agar semua antrean email atau tugas dieksekusi seketika).

4. Optimasi Caching

Setelah kode berhasil diunggah dan database terhubung, pastikan Laravel berlari secepat mungkin. Jika Anda memiliki akses SSH (Terminal di cPanel), jalankan:

php artisan optimize:clear php artisan optimize

Perintah ini akan menyatukan seluruh konfigurasi, rute, dan views ke dalam file statis, memangkas waktu muat (load time) secara signifikan. Jika tidak ada SSH, Anda bisa membuat rute sementara di routes/web.php yang memanggil Artisan::call('optimize').

Dengan kedisiplinan pada keempat poin di atas, aplikasi Laravel Anda tidak hanya aman, tetapi juga mampu memberikan performa luar biasa meski hanya bersandar pada infrastruktur cloud hosting standar.